Senin, 16 Agustus 2010

meMERDEKAkan diri dengan berPUASA

17-08-1945 bukan merupakan angka yang asing bagi kita terutama bagi Warga Negara Indonesia, angka tersebut mengandung arti bahwa pada tanggal 17 bulan Agustus tahun 1945 Indonesia telah resmi merdeka dari penjajahan (setidaknya penjajahan dalam konteks 'fisik') dan langsung memproklamasikan kemerdekaannya tersebut dengan pembacaan teks proklamasi yang selalu dibaca pada saat upacara kemerdekaan. Genap 65 tahun sudah bangsa ini telah menjadi sebuah negara kesatuan dengan sistem pemerintahan presidentil secara utuh.
Namun dihari jadinya besok, jika ditelaah dan dikaji lebih jauh apakah bangsa ini memang benar-benar telah merdeka??? sedangkan sebagian perekonomian kita dikuasai oleh warga asing, budaya kita telah terpengaruh oleh budaya luar, adat ketimuran lambat laun mulai terkikis dan sedikit tergantikan oleh adat kebaratan, jiwa sosial tiap orang juga mulai terlihat absurd, perang antar suku, ras, agama, golongan masih kerap terjadi dimana-mana, begitu pula dengan kemiskinan, pengangguran dan kelaparan yang bukan merupakan sesuatu hal yang baru atau aneh. Lalu apa sebenarnya makna dari arti kata merdeka itu sendiri???
Arti merdeka (freedoom) yaitu kebebasan, kepercayaan diri (confidence), tercukupi (fulfiled). Kebebasan disini mengandung makna bebas dalam memilih apapun /demokratis (sesuai dengan perundangan yang berlaku) dan bisa mempertanggung jawabkan atas apa yang telah dipilihnya itu. Dan kepercayaan diri merupakan bentuk kejujuran yang hakiki dan bentuk keyakinan yang sesungguhnya sehingga tak mudah goyah walau banyak pengaruh dari luar sangat santer menghampiri. Sedangkan tercukupi adalah suatu upanya dalam mencukupi segala kebutuhan baik sandang, pangan maupun papan. Itulah kira-kira arti dari kata 'merdeka', setidaknya pendefinisian tersebut adalah menurut penulis sendiri.
Dari pendefinisian tersebut, posisi yang sepatutnya ada pada bangsa kita berada dimana??? apakah disebelah kanan yang mendekati kebenaran?? disebalah kiri yang jauh dari kebenaran??? atau mungkin kita masih berada stagnan di tengah-tengah dan tidak melakukan suatu perubahan/kreasi apapun??? penilaian tersebut saya serahkan ke sobat blogger (tapi yang objektif ya....).
Namun demikian untuk selalu mengupayakan makna 'Merdeka' yang hakiki, kita perlu menanamkan sikap mental yang baik pada diri kita masing-masing dan selalu melakukan perubahan ke arah yang lebih baik, dengan mengadopsi konsep 3M nya aa gym maka segala bentuk perubahan sejatinya bermula pada diri kita masing-masing, pada hal-hal yang kecil dan mulailah dari sekarang. Akhirnya di bulan ramadhan yang suci ini marilah kita senantiasa melatih diri untuk melakukan perubahan pada sikap, sifat, pola pikir, paradigma dan perasangka pada diri kita masing-masing ke arah yang positif dan lebih baik. Melalui 'puasa' semoga kita benar-benar terlatih dan terlahir untuk menjadi insan yang suci dan MERDEKA.

Kamis, 12 Agustus 2010

Ramadhan On The Way....

Gelap gulitanya langit telah membuat aktivitas duniawi setengah terhenti
Kala angin mulai berhembus membacok sungsum tulang yang tak terperi
Orang-orangpun berduyun-duyun menuju rumah Tuhan yang nan suci
Tuk menunaikan kebutuhan dan kewajibannya yang hakiki

Tak lama kemudian suara tadaruspun saling bersautan dari berbagai penjuru
Tuk mengalunkan ayat-ayatNya yang membuat damai di hati
Dengan mengharap terlahir sebagai manusia baru
Merekapun berlomba-lomba dalam beribadah hingga hari nan fitri

Teriknya matahari di siang hari tak membuatnya patah aral dalam mengontrol nafsu
Walaupun dalam keadaan menahan lapar dan dahaga yang datang tak menentu
Maka sudah sewajarnya jika mereka mendapatkan IQ, EQ dan SQ
Hingga membuatnya tetap semangat, kreatif dan tak terpaku

Itulah salah satu bulan yang selalu dinanti-nanti
Bulan suci yang penuh motivasi dan selalu memberikan esensi
Dimana Sang Maha pemberi selalu memberikan apresiasi bagi yang dikehendaki
Madrasah bagi setiap muslim yang sayang jika dilewati
Karena hanya pintu surgalah yang selalu dibuka bagi mereka yang mengerti

Jumat, 23 Juli 2010

Hemat, Sehat dan Berpahala

Terkadang ada hari yang tengah kita jalani tidak berjalan seperti biasanya, ada sisi-sisi dimana rencana matang kita dapat meleset begitu saja dan bahkan gagal total, itu semua bisa saja berasal dari tingkat emosional, psikologi dan kesehatan pada diri kita. Itulah dinamika kehidupan yang Allah ciptakan untuk manusia agar manusia senantiasa belajar untuk menemukan hal-hal yang baru dalam hidupnya. Menilik pada hal tersebut sebenarnya Allah telah memberikan solusi bagi orang yang mau belajar yang salah satunya yakni dengan melakukan puasa.
Secara umum puasa merupakan saat yang tepat untuk mengistirahatkan diri, namun demikian "istirahat" disini memiliki makna bahwa yang diistirahatkan hanyalah organ dalam manusia, seperti usus, lambung, liver, ginjal dan jantung. Pada usus misalkan, fakta menunjukkan bahwa lama makanan tinggal di usus dalam proses pencernaan adalah 14 jam. Selama setahun, organ ini bekerja nyaris tanpa henti, karena jeda waktu antara makan kita tidak selama itu. Maka peremajaan bagi organ ini tak kalah penting, begitupun dengan organ-organ tubuh yang lain yang butuh untuk bisa diistirahatkan.
Sama halnya dengan organ tubuh kita yakni otak, proses perbaikan tubuh dan otak termasuk molekul memori terjadi saat tubuh beristirahat, terutama pada saat tahap deep sleep (tidur nyenyak). Hasil penelitian Dr. Ebrahim Kazim menyebutkan bahwa puasa dapat membuat tidur lebih berkualitas, karena deep sleep dapat mudah dicapai. Efeknya pada perbaikan tubuh dan otak termasuk molekul memori lebih maksimal.
Tak hanya sampai disitu, puasa juga memberikan efek dalam menurunkan dan menstabilkan berat badan, dengan berpuasa kadar gula darah dalam tubuh kita juga dapat menurun dengan drastis, lemak versal dalam perutpun dapat terbakar hingga perutpun menjadi langsing, jadi diet cara islami sangat dianjurkan yakni dengan melakukan puasa. Puasa juga memberikan dampak positif terhadap emosional kita, dengan melakukan puasa kita akan senantiasa mengingatNya hingga kitapun dapat dengan mudah mengontrol emosi kita. Begitu pula terhadap pesikologi kita yang senantiasa merasakan betapa nikmatnya jika sesama manusia bisa untuk tetap saling peduli, memberi dan mengasihi.
Puasa juga dapat dijadikan alternatif dalam melakukan penghematan dalam segi finansial, terutama bagi mereka yang hidup dalam keterbatasan, anak kos yang sering nunggak utang maupun bagi mereka yang gemar menabung uangnya di Bank guna investasi jangka panjang. Disamping itu janji Allah terhadap manusia yang gemar melakukan puasa juga sudah jelas, bahwa akan dicairkan daging kharam dalam tubuh, rahmatNya akan selalu menyertai, diringankan dari siksa kubur, dijauhkan dari rasa lapar dan dahaga, diberikan cahaya pada saat di titian Sirath dan surga yang menjadi final destination.
Adapun selain puasa Ramadhan yang telah menjadi kewajiban kita, ada beberapa puasa sunnah yang dianjurkan dalam ajaran islam diantaranya : puasa enam hari Syawal, puasa sepuluh hari pertama Dzulhijjah (kecuali hari kesepuluh, Hari Ied dan hari Arafah), puasa Asyura (10 Muharram) dan Tsu'a (9 Muharram), puasa pada hari senin dan kamis, puasa nabi daud (sehari puasa sehari tidak) dan puasa di bulan Sya'ban.
Bulan Sya'ban pun saat ini sedang kita laui guna menyongsong Ramadhan, maka dari itu perbanyaklah berpuasa sunnah di bulan Sya'ban ini seperti yang dilakukan Uswah kita, Ramadhan merupakan madrasah bagi umat islam, Sya'ban lah yang dijadikan latihan guna mempersiapkan diri lebih baik dalam menyongsong bulan suci tersebut. Subhanallah.... islam memang sungguh indah dalam mengatur pola hidup manusia, sudah hemat, sehat dan berpahala pula........