Jumat, 11 Maret 2011

Tak Sekedar Expert, Maka Kreatiflah...

Hiruk pikuk para pelamar kerja yang terjadi di negara ini seolah telah menjadi tontonan masyarakat yang sangat umum, lebih dari 1000 mahasiswa tiap tahunnya diluluskan dari gelar kesarjanaannya atau diplomanya. Memang lowongan pekerjaan terdapat hampir disetiap perusahaan, bursa kerjapun dengan gencar diadakan, ada yang dengan sistem kontrak, outsourcing maupun langsung menjadi pegawai tetap. Namun jika membandingkan antara jumlah lowongan dan jumlah pelamarnya bisa dikatakan 1 banding 10 atau bahkan lebih, maka tidak sedikit pula dari mereka yang tidak segan-segan menggunakan jalan TOL guna menggilas para pesaing mereka demi mendapatkan pekerjaan yang menurut mereka menjanjikan.

Opini masyarakat pada umumnya mengatakan bahwa sudah seharusnya mereka yang telah menempuh studi ke perguruan tinggi untuk dapat bekerja dikantoran dengan ruangan ber AC dan berpenampilan rapi dan bersih. Opini tersebut jelas sangatlah keliru, mereka harus memahami esensi dari studi ke perguruan tinggi, yang sebenarnya adalah untuk menambah ilmu pemahaman dan pengalaman, memperbanyak relasi, memperkuat moralitas dan etika, serta mempertajam analisa untuk dapat mengambil suatu keputusan yang lebih baik. Sangat disayangkan sekali memang jika kaum intelek yang telah selesai menempuh studinya dengan mudah terbius oleh opini yang sangat keliru. Jika telah dapat memaknai esensi kuliah yang sangat substansial tersebut tentu menuntut ilmu tidak akan terlalu dikait-kaitkan dengan pekerjaan, bisa saja seorang mahasiswa lulusan teknik mesin memiliki pekerjaan sebagai kontraktor, mahasiswa lulusan teknik otomotif memiliki cv untuk pembuatan sistem komputer, mahasiswa lulusan komputer memiliki usaha di bidang agribisnis dan lain sebagainya.
Kreativitas adalah kunci yang sebenarnya harus dimiliki oleh setiap orang terutama mereka yang mengaku kaum intelektual, di perusahaan, instansi pemerintahan (mungkin) maupun dunia bisnis membutuhkan orang yang memiliki kreativitas yang tinggi. Menjadi seorang expert sekarang bukanlah sesuatu hal yang istimewa dan bisa dianggap biasa saja, namun yang sekarang dibutuhkan adalah menjadi seorang versatile.
Dengan kreativitas area dalam berkiprah bisa dikatakan nyaris tak terbatas. Dimana saja, kapan saja seseorang bisa mencipta peluang dan berkiprah. Tidak perlu menunggu lowongan pekerjaan yang sesuai dengan bidang dan jurusan sewaktu kuliah atau sekolah. Kalaupun telah bosan dengan lamaran untuk mencari pekerjaan yang berulang kali dikirimkan namun tak kunjung di tanggapi kenapa tidak mencoba untuk membuka lowongan pekerjaan saja?? Itulah kreativitas.

Memang Rasulullah mengingatkan pada kita untuk memberikan urusan pada ahlinya, karena jika tidak maka kehancuran telah menunggu, namun sebenarnya yang diinginkan Nabi justru agar kita sebagai umatnya harus memiliki kreativitas yang tinggi hingga menjadi seorang yang versatile. Nabi juga ingin menunjukkan kepada kita bahwa sebenarnya kita memiliki potensi yang luar biasa diluar jurusan yang selama ini ditekuni pada jenjang pendidikan. Jadi, yang terpenting sekarang adalah lakukan aktivitas yang positif untuk melahirkan suatu kreativitas agar dapat bermanfaat untuk kemaslahatan bersama.

Selasa, 22 Februari 2011

Indonesia Negara Demo

Indonesia adalah negara kepulauan yang indah dan dipisahkan oleh lebih dari seribu pulau, terdiri dari beragam suku, etnis, bahasa dan agama. Kaya akan budaya, adat istiadat, rempah-rempah bahkan sumberdaya alam yang notabene melimpah. Namun ketenaran mengenai kekayaan akan keragaman tersebut perlahan mulai mengikis dikarenakan beragam kecarutmarutan yang terjadi di negara yang konon menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi. Salah satu penyebab terjadinya kecarutmarutan tersebut adalah karena rasa ego yang terlalu besar untuk mengisi penuh perut-perut yang sebenarnya sudah gemuk dan kekurangtegasan para pemimpin kita dalam membuat suatu keputusan.

Beragam berita mengenai kacarutmarutan tersebut tak jarang kita dengar/lihat diberbagai media, hampir disetiap sektor pemerintahan telah menorehkan tinta merah dirapor mereka, mulai dari tindakan KKN, penyelundupan narkoba, penistaan agama, kasus susu formula, pemilihan pimpinan PSSI, kasus pengklaim'an kepemilikan pulau dan budaya, melonjaknya harga bahan pokok makanan dan sayuran dan lain sebagainya.

Jika pemerintah benar-benar ingin membela rakyatnya, tidak semestinya mereka akan tega melihat rakyatnya merasa ketakutan, sengsara ataupun didzalimi. Namun untuk sementara ini berdasarkan analisa saya usaha pemerintah untuk mewujudkan masyarakat yang hidup damai, tentram dan loh jinawi sangat belum maksimal. Mereka lebih memilih untuk mengisi perut-perut mereka dengan uang dan kekayaan yang entah datangnya dari mana. Memang tak jarang saya mendengar beragam pidato klasik dalam suatu forum yang selalu menggembar-gemborkan "Berantas Korupsi Sampai Ke Akar-akarnya", "Tindak Secepatnya Pelaku Penyiksaan Terhadap Para TKI", "Usut Tuntas Mafia Pajak", "Selesaikan Pemilihan Pimpinan PSSI Secara Demokratis" dan lain sebagainya, namun apakah itu semua diiringi dengan tindakan yang riil???? Ketika menelisik kebelakang tentang kasus Lapindo Brantas yang dilimpahkan dari kecerobohan perusahaan menjadi bencana negara, kasus Century yang entah kapan episodenya berakhir, TKI yang selalu dijadikan objek penyiksaan dan pelecehan seksual, Pengklaiman salah satu hak milik Nusantara oleh negera tetangga, kasus tutup mulut pemerintah terhadap merek dagang susu formula yang mengandung bakteri yang berbahaya, pemilihan pimpinan PSSI (mantan narapidana) yang rentan dengan tindakan suap menyuap dan lain sebagainya. Apakah itu semua belum cukup bukti untuk mengatakan bahwa itu semua hanyalah OMDO (OMong DOang) ????

Terkadang saya sendiri bingung dengan pemerintahan sekarang ini, mereka takut jika imagenya jelek, takut pada aksi demo, takut dengan beragam aksi-aksi ekstrem yang dilakukan oleh rakyatnya. Begitu ada demo baru diperhatikan, begitu ada aksi mogok makan atau jahit mulut baru menjadi perhatian, begitu ada tindakan anarkis baru diselesaikan. Apakah ini merupakan salah satu pendidikan/ pelajaran moral yang menurut mereka baik dari pemerintah kepada rakyatnya?? Kok mereka tidak takut dengan pertanggung jawaban dengan Tuhannya???
Ya itu semua hanyalah sebuah penilaian saya, saya bangga menjadi Warga Negara Indonesia namun saya ga terlalu bangga dengan pemerintahannya, lalu bagaimana menurut anda???

Senin, 14 Februari 2011

Muhasabah 1/4 Abad.....

Didalam derasnya air hujan yang mengguyur sebagian belahan bumiMu......
Dengan iringan gemuruh guntur dan kilatan petir......
Ku duduk sendiri termenung bermuhasabah atas apa yang telah kuperbuat.....
Selalu menimbang-nimbang antara mudharat dan manfaat......

Tak jarangnya aku telah mengkhianatiMu hingga membuatMu kecewa.....
Tak sedikit pula orang yang telah kusakiti dan kudzalimi hingga membuatnya merasa tersiksa....
Predikat berdosa, bersalah dan bodoh memang sudah selayaknya disematkan kepadaku....
Namun penyesalanpun telah aku rasakan saat semuanya telah berlalu.......

Tuhan......Betapa baiknya Engkau terhadapku......
Pengkhianatanku Kau balas dengan kasih sayang........
Kemunafikanku Kau balas dengan cinta....
Hingga sifat cuek bebekku Kau balas dengan beragam perhatian Darimu....

Seperempat abad sudah Kau telah mengutusku untuk mendiami dan menjaga bumiMu....
Seperempat abad sudah Kau telah mengutusku agar menjadi khalifah....
Seperempat abad pulalah Kau mengutusku agar mensyi'arkan ajaran islamMu.....
Namun kepercayaanMu terhadapku tak ku pegang seerat mungkin......

Aku tak tahu berapa jumlah dosa yang telah kuperbuat terhadapMu....
Aku juga tak bisa menghitung berapa jumlah kebaikan yang telah Kau curahkan kepadaku....
Betapa berat dan takutnya aku saat mengingat-ingat semuanya...
Hingga akupun tak kuasa membendug air mata.....

Tuhan.... Dengan keyakinanku atas salah satu namaMu yang maha pengampun.....
Aku tak ragu untuk selalu minta ampun terhadapMu....
Dengan sifat Arrahman dan ArrahiimMu lah aku masih diperkenankan untuk menghirup oksigenMu dengan Gratis.......
Lantunan Syukur semoga selalu terucap hanya untukMu........