Tampilkan postingan dengan label life style. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label life style. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 November 2010

Awali Dengan Bermimpi

Salah satu great problem yang banyak dikonsumsi oleh kaum muda (utamanya) dan dianggap sebagai something not progresif oleh sebagian masyarakat adalah dengan mengesampingkan untuk memiliki sebuah impian atau cita-cita. Padahal cita-cita adalah seperti laiknya mesin pembangkit energi yang menjadi penggerak untuk maju. Cita-cita merupakan hasrat yang akan menggerakkan manusia untuk mewujudkannya. Tidak sedikit pula dari mereka yang menyamakan antara cita-cita/impian dengan khayalan. Perlu digaris bawahi bahwasanya khayalan tidak sama dengan impian. Khayalan tidak lebih hanya suatu bayangan yang sulit diraih. Khayalan tidak memiiki landasan tujuan yang jelas. Khayalan hanya sekedar angan-angan atau sebuah keinginan yang tak diusahakan.

Bermimpi adalah kunci utama seseorang untuk meraih sesuatu yang didambakan. Merumuskan impian sama dengan merumuskan masa depan. Sangat tidak mungkin jika manusia merumuskan masa depan yang suram, tentunya manusia akan menurumuskan masa depan yang indah. Namun jika seseorang takut bermimpi bukankah sama saja takut untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik??? Dengan memiliki impian maka esensi dan value dalam kehidupan kita akan lebih terlihat jelas, menambah spirit untuk mengikhtiarkan apa yang diinginkan. Bukankah jika kita berusaha semaksimal mungkin untuk merealisasikan apa yang kita impikan merupakan salah satu bentuk kodrat kita sebagai makhlukNya untuk senantiasa berikhtiar dan berdo'a???

Dari zaman dulu hingga saat ini, orang-orang besar telah menyatakan pentingnya visi, impian, tujuan dan cita-cita. Terciptanya Hawa juga karena visi seorang Adam bukan??
Penyelamatan yang dilakukan Nabi Nuh terhadap umatnya dengan pembuatan sebuah kapal besar yang memakan waktu lebih dari 100 tahun berawal dari sebuah visi yang direalisasikan olehNya. Mekkah kota suci, yang telah diziarahi oleh miliaran manusia sejak beribu-ribu tahun yang lalu dikaruniai oleh Yang Maha Agung untuk menjawab impian dan do'a Nabi Ibrahim untuk membuat tempat yang sepi, tandus dan tidak memiliki tanaman menjadi negeri yang aman, tenteram, makmur dan ramai dikunjungi manusia.
1. Socrates mengatakan "Jalan terdekat untuk meraih kemuliaan adalah dengan berusaha menjadi apa yang anda inginkan dan sesuai dengan apa yang anda pikirkan".
2. Abraham Lincoln mengingatkan "Anda bisa menjadi apapun jika anda bertahan pada keinginan itu dengan satu tujuan".
3. Dr. Patricia Boyle melalui penelitiannya "Impian membuat tubuh lebih kuat melawan penyakit dan menjaga kesehatan psikologi".
4. Nidji menyanyikan "Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukan dunia".

"Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit, kalaupun tidak bisa mencapai langit setidaknya telah bersama rembulan atau bintang". Batapa pentingnya memang untuk memiliki mimpi, cita-cita atau visi dalam melangsungkan hidup, namun tak sedikit pula orang yang meremehkannya. Bahkan di dunia akademisipun belum pernah terdengar ada yang mengajarkan tentang manajemen impian atau cara-cara dalam meraih mimpi. Perlu ditekankan bahwa memiliki impian adalah HAK bahkan bisa dikatakan KEWAJIBAN setiap manusia dan itu adalah GRATIS.

Rabu, 21 Juli 2010

Nikmati Saja Musiknya n Jangan Tiru Life Style-nya

Pecinta musik rock tentunya tidak akan asing dengan nama grup band legendaris papan atas seperti Guns n Roses, Nirvana, Poison, Skidrow dan sebagainya. Beberapa hitsnya tempo dulu kerap membuat gempar seluruh dunia terutama bagi kalangan anak muda yang seolah memberikan new power dan new spirit dalam melakukan aktivitas sehari-hari maupun dalam memberikan inspirasi dalam menjalankan hidup. Dan hingga sekarangpun tidak sedikit dari mereka yang masih mengidolakan salah satu grup band dengan aliran musik rock itu. Namun demikian jika dicermati lebih jauh mereka yang nge-fans dengan salah satu grup musik tersebut sebenarnya telah kehilangan arah tujuan dan sesat saat menjadi follower life style yang di apply dan di implementasikan dalam kehidupan mereka sehari-hari, kenapa tidak life style dari para jempolannya yang duduk di aliran musik rock itu identik dengan sex, drug n Alcohol.
Sex, Drug n Alcohol adalah sesuatu yang sudah tidak dianggap tabu lagi bagi para musisi dengan aliran musik rock, sebut saja aXl (vokalis Guns n Roses) yang tidak bisa lepas dari alkohol dan sex hingga membuatnya menjadi tempramental dan arogan yang berakhir dengan keluarnya beberapa personel lainnya, Slash (gitaris Guns n Roses) yang pernah bermain sex dengan 4 wanita dalam waktu semalam serta pernah bermain sex dengan salah satu bintang video porno, Kurt Cobain (vokalis Nirvana) yang hobi mengkonsumsi kokain dan heroin hingga membuatnya tewas karena depresi (kematiannya masih kontroversi, beberapa sumber menyebutnya over dosis, namun sumber lain menyebutnya bunuh diri), Sebastian Bach (ex. vokalis Skidrow) yang senang bermain sex dengan beberapa wanita dan hobi menghisap heroin hingga ia pun dikeluarkan dari grup band yang membesarkan namanya itu.
Secara pribadi saya pun tidak habis fikir dengan life style mereka, namun seperti itulah adanya, apakah karena depresi?? ataukah karena tidak siap untuk menjadi sukses??? Begitulah memang rata-rata life style dari idola-idola kita yang berjengger di aliran musik rock, saya sendiri sebenarnya pecinta musik mereka, namun demikian saya hanya menyukai hits-hitsnya saja hingga tak membuat saya menjadi follower dari life style-nya yang telah membuatnya terpuruk bahkan mengalami sad ending. So nikmati saja musiknya namun jangan tiru life style nya.

Kamis, 01 Juli 2010

Esensi Sebuah Spirit

“Tujuan akan memberimu semangat serta tenaga dalam hidupmu”, begitulah kalimat dari salah seorang penyair dari Pakistan, pada dasarnya tiap insan yang hidup di dunia fana ini sudah semestinya memiliki tujuan dalam hidupnya, ini dikarenakan sebagai supporter natural dalam menjalankan hidup serta sebagai motivasi powerfull yang berasal dari diri sendiri. Manusia tanpa tujuan dalam hidupnya tidak akan memiliki semangat, selalu di lilit dengan kemalasan yang menempel di pusat otaknya, tidak memiliki prinsip dan ketegasan, mudah terpengaruh dan selalu kehilangan jati diri. Tujuan hidup senantiasa akan selalu mengarahkan, membimbing serta mengantarkan seluruh organ tubuh, hati dan fikiran guna mencapai apa yang menjadi keinginan kita. Semangat dalam menjalankan hidup akan selalu berkobar saat tujuan dalam hidup ini telah ditetapkan, walaupun aral rintangan, cobaan, musibah selalu datang silih berganti namun motivator terbaik dalam diri kita ini selalu memberikan oase dan angin segar saat semangat dalam diri ini mulai kering dan melemah.

Semangat atau tidaknya seseorang dalam menjalankan sesuatu pada dasarnya tergantung dari sebuah tujuan yang telah ditetapkan, saat otak kita telah mendapatkan respon mengenai apa yang telah menjadi ketetapan yang berasal dari keyakinan, maka secara otomatis mindset akan memberikan impuls berupa semangat dalam menjalankan sesuatu dengan penuh gairah dan kesenangan ke semua organ tubuh, sehingga kitapun akan selalu bersabar dalam menjalankannya tanpa merasa terbebani dan fun dalam melalui tiap prosesnya. Begitulah kira-kira yang telah diterapkan Greg Mortenson, dengan kegigihan dan kesabarannya dia telah berhasil membangung suatu sekolah di K2 Korphe (Three Cups Of Tea), begitu pula dengan Pak Budi Setiadi yang dengan segala keterbatasannya telah mengantarkan anak-anaknya dalam meraih cita-cita (Menembus Batas) ataupun semangat hidup yang telah diterapkan Bob Sadino yang telah sukses membangun KemChick-nya pasca kecelakaan mobil kesayangan satu-satunya yang dijadikan taksi (Belajar Goblok dari Bob Sadino).

Hidup dengan semangat membara akan dengan mudah mengantarkan seseorang mencapai impian dalam hidup. Optimisme terpupuk dengan subur saat semangat selalu melekat dalam diri seseorang. Alam pun mendukung dan tersenyum saat kita bersungguh-sungguh dan bersemangat dalam menggapai tujuan hidup kita, Apalagi Tuhan yang senantiasa selalu memberikan kemudahan dan keridhaanNya saat melihat makhlukNya yang kecil dan lemah bersungguh-sungguh dan bersemangat dalam berikhtiar dan berdo’a agar mencapai apa yang menjadi tujuannya.

So tetapkanlah tujuan hidup kita dan jangan kaget dengan semangat baru yang terkadang sulit untuk dikontrol.........

Rabu, 16 Juni 2010

Say No To 'Lagu Cengeng'

'Dunia tanpa musik akan terasa hampa', begitulah kira-kira ungkapan yang sudah sepantasnya diucapkan bagi mereka yang hidup dalam kadaan sehat dan damai. Beragam jenis aliran musik dapat dinikmati oleh pencintanya tanpa memandang usia dan jenis kelamin. Namun hati-hati dalam memilih untuk menggemari salah satu jenis aliran musik, karena tanpa disadari jenis aliran musik akan memberikan dampak positif maupun negatif terhadap karakteristik kepribadian serta mental kita.
Salah satu jenis aliran musik yang menurutku tidak memberikan dampak positif bagi pencintanya adalah yang memiliki syair serta intonasi yang terkesan cengeng atau bisa disebut 'lagu cengeng'. Dampak negatif bagi pendengar atau pencinta 'lagu cengeng' akan berpengaruh terhadap kepribadian serta mentalnya. Mendengarkan lagu cengeng secara kontinu secara tidak langsung akan melemahkan semangat dan mental kita. Pencinta lagu cengeng secara tidak langsung juga akan memiliki semangat yang kendor, mudah menyerah, penakut dan memiliki mental yang lemah. Itu mengapa saat Orde Baru mantan ketua MPR kita bapak Harmoko pernah mencekal beredarnya lagu-lagu cengeng seperti milik Betharia Sonata dengan alasan akan membuat masyarakat Indonesia memiliki mental yang lemah dan memiliki sifat pemalas.
Lain halnya dengan mereka yang suka mendengarkan musik klasik, hidup mereka akan lebih tenang dan semangat dalam menjalankan hidup, begitu pula dengan mereka yang hobi mendengarkan musik rock, mereka cenderung memiliki semangat yang tinggi dan mental yang tangguh. Namun demikian pemutaran salah satu jenis musik tersebut akan lebih match jika berdasarkan atas situasi dan kondisi, misalkan ibu hamil akan lebih baik jika mendengarkan musik klasik karena akan mempengaruhi perkembangan sel otak pada janin, pesta pernikahan akan lebih baik jika diiringi musik keroncong, demikian pula saat pengajian akan terkesan cocok jika diiringi dengan nasyid, namun 'lagu cengeng' tidak akan cocok dinikmati dalam keadaan dan situasi apapun termasuk bagi seorang pemalas ataupun pecundang, karena akan lebih menjerumuskan mereka ke jurang kemalasan yang lebih dalam. Bagaimana menurut anda????

Kamis, 10 Juni 2010

Tingkah Norak Para Artis

Beredarnya penyebaran video porno di dunia maya yang dilakoni oleh artis ternama Indonesia, membuatku angkat bicara setidaknya lewat tulisan yang sangat sederhana ini. Melihat serta memperhatikan perkembangan dunia entertaintment sekarang ini, bukan tidak mungkin lagi kalau adegan tersebut benar-benar dilakoni oleh sang artis yang sebenarnya, walaupun hal tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Namun sekarang realistis saja, di tayangan televisi misalkan, tidak sedikit dari mereka yang memiliki life style yang berkiblat ke negara-negara liberal dan ke barat-baratan, mulai dari cara mereka berbusana, menjalin hubungan dengan lawan jenis (yang bukan mukhrim), memilih tempat hange out, hingga sikap keterbukaan dan kemunafikan mereka yang mencerminkan bahwa tayangan seronok tersebut memang benar adanya.
Aku beranggapan kalau sebenarnya perilaku seronok, seperti kumpul kebo, sex party hingga pembuatan dokumentasi dalam melakukan ML santer dilakukan oleh kalangan entertainer hingga sekarang, hanya saja ada beberapa yang terkena sial atau apes hingga hal tersebut dapat terkuak dan terungkap. Perilaku keji para artis yang notabene adalah seorang public figur sangat berpengaruh terhadap moralitas serta psikis para remaja ataupun orang dewasa yang menjadi penggemar mereka.
Seorang fans setia artis tertentu yang tidak berfikir secara jernih dapat melakukan hal apapun yang pernah dilakukan oleh sang artis hingga dapat menanggalkan akal sehat ataupun karakteristik budaya ketimuran yang notabene kental dengan budaya malu. Demikian pula dengan beberapa orang dan termasuk aku yang perlahan namun pasti mulai kehilangan citra baik dan kepercayaan dari para artis hingga seolah warna merah dalam rapor artispun layak untuk diberikan terkait dengan perilaku dan moralitas mereka.
Etika dan spiritualitas adalah kunci jawaban utama dalam menepis dan membentengi semua perbuatan keji yang tengah santer dilakukan. Namun demikian Terkait dengan beredarnya video porno yang dilakukan oleh pasangan 'public figur' sudah seharusnya hal tersebut menjadi boomerang bagi pihak kepolisian dan pemerintah agar secara tegas mengusut dengan tuntas peristiwa kotor tersebut dan memberi efek jera bagi pelaku serta pengedarnya tanpa pandang bulu. Namun sebenarnya, terkait dengan beberapa tingkah norak dari para artis yang pernah dilakukan, sudah seharusnya ada peraturan atau undang-undang tertentu yang khusus diberikan oleh pemerintah kepada para artis untuk membatasi aksi dan tingkah mereka yang dapat memberikan dampak negatif.

Rabu, 03 Juni 2009

Metallica Sebagai Icon Musik Rock

Bicara mengenai musik rock, sudah semestinya kita akan mengenal salah satu supergrup yang pernah menjadi Ikon musik rock dunia, Metallica namanya. Grup band yang dirintis oleh Lars ulrich (drummer) telah menciptakan nuansa lain dan telah membuat catatan sejarah dalam musik rock dunia. Aliran trash metal menjadi pilihannya pada saat pertama kali membentuk Metallica. Grup band yang berhasil memasarkan penjualan mencapai 57 juta kopi hanya di amerika, dan lebih dari 35 juta kopi diluar amerika itu pertama kali digawangi oleh Lars Ulrich (drum), James Hetfield (vokal dan gitar), Lloyd Grant (gitar) dan Ron Mc Govney (bass). Formasi inilah yang kemudian melahirkan lagu pertama berjudul Hit The Light, yang kemudian masuk dalam album kompilasi rock Metal Massacre tahun 1981.

Setelah Metal Massacre beredar, Grant dan Ron mengundurkan diri. Posisi Grant digantikan oleh Dave Mustaine dan posisi Ron digantikan Cliff Burton. Formasi ini kemudian pada Juli 1982 mengeluarkan demo-album No Life Till Leather. Demo inilah yang kemudian mengantarkan Metallica mendapatkan agen dan kemudian hijrah ke New York. Pada 1983, grup band yang konon berasalkan dari dua kata yaitu Metal dan Vodka itu berencana akan melakukan tur pendek kebeberapa kota. Tetapi sayangnya pada saat itu Hetfield dan Mustaine malah terlibat perseteruan, hingga akhirnya Mustaine keluar dan kemudian mendirikan Megadeth. Posisi Mustaine digantikan oleh Kirk Hammett , gitaris dari grup Exodus. Formasi ketiga inilah yang kemudian mengeluarkan album Kill ‘Em All pada bulan Mei 1983. Dan pada tahun 1984, Metallica semakin besar dengan menerbitkan album Ride the Lightning. Album ini bertahan 50 minggu dalam Billboard Top 200. Demi memperlancar promosi mereka juga mengeluarkan mini album Jump In The Fire. September 1985, Metallica memproduksi album Master Of Puppets. Kembali Metallica masuk Billboard Top 40 selama 72 minggu. Album ini merupakan album yang meraih platinum tanpa single dan video.

Tanggal 27 September 1986, dalam perjalanan tur ke Skandinavia - bus yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan dan Cliff Burton (bass) meninggal dunia. Peristiwa ini begitu memukul seluruh anggota band. Bahkan Dave Mustaine yang telah mendirikan Megadeth, mengenang kematian Cliff dalam lagu In My Darkest Hour (album Megadeth: So far.. So Good.. So What!). Akhirnya pada Oktober 1986, posisi Cliff Burton digantikan oleh Jason Newsted, basis dari grup Floatsam And Jetsam.

Tidak disangka memang, pada saat mereka sedang merencanakan untuk membuat album baru, Jason newsted (bassis) tiba-tiba memutuskan untuk keluar dari band karena faktor kesehatan. Dani beberapa waktu kemudian dalam sebuah wawancara Newsted menyatakan bahwa ia ingin merilis album bersama dengan band side projectnya Echobrain, tetapi karena James hetfield menentang keras rencana tersebut maka Jason newsted memutuskan untuk keluar dari Metallica. Namun pada video dokumenter dari Metallica yang dirilis pada tahun 2004 “Some kind of monster”, terungkap alasan lain Newsted keluar dari Metallica yaitu bahwa keputusan band untuk menyewa seorang ahli therapy untuk mengatasi konflik di dalam band adalah sebuah keputusan yang lemah dan sangat tidak “metal”. Tahun 2001 juga merupakan tahun yang buruk bagi Metallica. Setelah kasus hengkangnya Jason newsted dari band, kejadian lain yang membuat Metallica lebih terpuruk adalah masuknya James hetfield ke panti rehabilitasi karena kecanduannya terhadap alkohol. Bahkan sempat keluar statement dari Lars Ulrich dan Kirk hammett yang menyatakan bahwa sejarah Metallica akan berakhir sampai di sini. Tetapi karena kerja keras dan dedikasinya, James hetfield akhirnya keluar dari rehabilitasi dan bersama dengan personel lain yang tersisa dan mulai menggarap materi baru dengan bantuan produser mereka Bob rock yang mengisi posisi bass. Pada tahun 2003 karena ingin mencari seorang pemain bass tetap, maka Metallica kembali mengadakan audisi untuk mencari personel baru. Setelah beberpa kali mengadakan audisi akhirnya Robert Trujillo yang sebelumnya adalah bassis dari Suicidal tendencies dan Ozzy Osborne terpilih untuk mengisi posisi tersebut. Sementara itu setelah hengkang dari Metallica, pada tahun 2002 Jason newsted bergabung dengan band thrash asal Canada Voivod (legend boss!) dan sempat juga menggantikan Robert Trujillo di bandnya Ozzy Osborne saat konser di Ozfest. Pada Juni 2003 Metallica merilis album ke 8 mereka yang berjudul “St anger”.

Tetapi kritik pedaspun datang dari para fans yang menganggap album ini kurang bagus karena sound yang mentah dan kasar, vocal James hetfield yang kurang gahar dan tidak ada satupun solo gitar dari Kirk hammet. Meskipun begitu album ini menduduki peringkat pertama saat debut perilisannya dan pada tahun 2004 mendapatkan nominasi dari Grammy sebagai “Best metal performances”. Di situs resmi Metallica beberapa waktu kemaren (februari 2006) Metallica mengumumkan bahwa setelah kurang lebih 15 tahun bekerja sama, mereka memutuskan untuk tidak bekerja sama lagi dengan produser Bob rock untuk pembuatan album terbaru mereka. Saat ini Metallica sedang mengerjakan album terbaru mereka bersama produser Rick rubin yang pernah bekerja sama dengan beberapa band macam Slayer, The Beasty boys, Danzig, dan The cult.

Dilihat dari sejarahnya Metallica memang merupakan salah satu supergrup yang sering ganti personil. Grup band yang pernah booming pada saat mengeluarkan Black album (1991) dengan salah satu lagunya “Nothing Else Matter” dan “Unforgiven” itu telah mewakili warna musik Metallica yang tidak hanya mengandalkan musik Thrash-nya yang cepat dan agresif saja, tetapi penuh dengan petikan gitar, rhythm, dan guitar solo Kirk Hammet yang harmonis. Disetiap lagunya Metallica memang memiliki ciri khas, durasinya cukup panjang, transisi dari lembut ke keras, lambat ke cepat, dan begitu juga sebaliknya, penyisipan permainan gitar klasik, entah di tengah-tengah lagu (“Master of Puppets”), atau di awal (“Battery”), bahkan permainan gitar klasiknya itu, yang tidak banyak dieksplorasi grup-grup musik rock lainnya.

Walaupun demikian pada Black album tersebut Metallica banyak menyisakan kontroversi, banyak fansnya yang menganggap bahwa Metallica mengubah keseluruhan genre musiknya itu. Metallica yang dulu terkenal dengan lagu-lagu berdurasi panjang, memiliki kreativitas artistik, tidak mempedulikan popularitas, lirik-lirik lagu yang tidak pasaran/berbeda (lebih menonjolkan ke arah kritik tentang dunia), jenius chorus dan solo melodi(gitar) berdurasi lama, pada Black album tersebut tiba-tiba Metallica menjadi terlalu mudah dicerna oleh masyarakat publik (padahal biasanya komunitas metal itu tidak terlalu menonjol/dikenal sembarang publik), genre berubah menjadi "semi-pop", durasi singkat, dan gampang diingat, liriknya kurang memiliki kritik politik. Bahkan untuk kebanyakan fans metallica, black album menandai pergantian besar konsep awal metallica dari first-eksperimental-trash-metal menjadi musik dengan versi baru yang gampang dimakan dan kekurangan inspirasi dibanding album-album sebelumnya.
Tetapi walau saya lebih condong untuk menyukai/ngefans dengan Guns n Rosses yang telah musnah itu, Metallica menurut saya adalah supergrup rock yang luar biasa, mendengar lagu-lagunya seperti The One, Fuel, Master Of Puppet, Fade to Black, Sanitarium membuat saya lebih bersemangat dalam menjalani hidup, membuat adrenalin naik dan peredaran darah sedikit lebih cepat sepertinya. Jaya terus musik rock dunia..............

Jumat, 17 April 2009

Sejarah Musik Rock

Merunut ke belakang, harus diakui bahwa pada setiap perkembangan genre rock memang berawal dari rasa ketertindasan. Sehingga, untuk mengatasi hal itu, mereka menciptakan perlawanan melalui musik yang dalam perkambangannya semakin keras.

Tak semua sepakat mengenai asal muasal musik yang dicirikan dengan melodi cepat, keras, dan liar ini. Bahkan, perdebatan mengenai akar musik ini telah terjadi sejak awal 1950-an. Namun, semua sepakat bahwa musik rock, pada dasarnya dikembangkan oleh banyak orang yang berakar pada musik rhythm and blues (R&B) alias musik kulit hitam.

Konon, warga kulit hitam di Amerika Serikat yang dijadikan budak, mencoba menghibur diri di sela-sela istirahat mereka dengan mendendangkan musik asal Afrika tempat mereka berasal. Nada yang didendangkan tanpa menggunakan alat musik inilah yang konon menghasilkan notasi blues. Bahkan, jika menilik asal kata blues, memang berasal dari kata blue, yang identik dengan kesedihan.

Sebagian majikan warga kulit hitam yang menganut animisme ini kemudian memperkenalkan ajaran Kristen, hingga akhirnya setelah kaum budak itu merdeka mendirikan gerejanya sendiri. Di gereja inilah akhirnya mereka menggunakan alat musik dan menggabungkan musik mereka dengan musik dari Eropa.

Ternyata, dendang blues itu digemari juga oleh anak-anak majikan mereka. Seiring berkurangnya perbudakan di AS, kaum kulit hitam semakin mengembangkan musik blues dengan menggunakan alat musik warisan sang majikan (kulit putih). Maka lahirlah aliran soul, R&B, hingga akhirnya rock ‘n roll.

R&B lalu memproduksi sebuah lagu, yang oleh beberapa kalangan diklaim sebagai lagu rock ‘n roll pertama, berjudul Rocket '88, yang dinyanyikan Jackie Brenston dan direkam di Sun Records pada 1951. Empat tahun kemudian, Bill Haley merekam Rock Around the Clock dan menjadi lagu rock ‘n roll pertama yang masuk tangga lagu Billboard.

Pada perjalanannya, musik yang awalnya hanya dimainkan dan didengarkan warga kulit hitam ini, justru identik dengan musik kulit putih. Dengan masuknya black music ke telinga orang kulit putih, kemudian mempopulerkan Motown, label rekaman khusus untuk black music, yang menjadi bagian terbesar musik pop pada 1960-an.

Pada dekade inilah kemudian rock bermetamorfosa menjadi banyak genre baru. Mulai rock ‘n roll seperti The Beatles dan The Rolling Stones, hingga hard rock seperti Led Zeppelin.

Pada era 1960 dan 1970-an, nuansa blues masih terasa dari riff dan permainan solo serta efek distorsi yang hangat dan tidak terlalu kasar. Namun sudah mulai terdengar lengkingan gitar khas yang kemudian dikenal sebagai ciri metal, seperti pada musik Deep Purple, Jimi Hendrix, Led Zeppelin, dan Black Sabbath.

Dari genre inilah kemudian tumbuh berbagai cabang musik rock, seperti art rock, psychedelic rock, acid rock, hingga progressive rock, yang sebagian besar diusung kaum kulit putih. Sebut saja macam Uriah Heep, The Doors, Genesis, Yes, Pink Floyd, dan Marillion.

Semua genre itu memiliki satu ciri saat kelahirannya, yakni perlawanan terhadap kemapanan. Bahkan, perlawanan itu bukan hanya terhadap stagnasi dari musik yang tumbuh sebelumnya, tapi juga terhadap kekuasaan. Lalu bagaimana dengan sejarah musik rock di tanah air???

Embrio kelahiran scene musik rock underground di Indonesia sulit dilepaskan dari evolusi rocker-rocker pionir era 70-an sebagai pendahulunya. Sebut saja misalnya God Bless, Gang Pegangsaan, Gypsy(Jakarta), Giant Step, Super Kid (Bandung), Terncem (Solo), AKA/SAS (Surabaya), Bentoel (Malang) hingga Rawe Rontek dari Banten. Mereka inilah generasi pertama rocker Indonesia. Istilah underground sendiri sebenarnya sudah digunakan Majalah Aktuil sejak awal era 70- an. Istilah tersebut digunakan majalah musik dan gaya hidup pionir asal Bandung itu untuk mengidentifikasi band-band yang memainkan musik keras dengan gaya yang lebih `liar’ dan `ekstrem’ untuk ukuran jamannya. Padahal kalau mau jujur, lagu-lagu yang dimainkan band- band tersebut di atas bukanlah lagu karya mereka sendiri, melainkan milik band-band luar negeri macam Deep Purple, Jefferson Airplane, Black Sabbath, Genesis, Led Zeppelin, Kansas, Rolling Stones hingga ELP. Tradisi yang kontraproduktif ini kemudian mencatat sejarah dan namanya sempat mengharum di pentas nasional. Sebut saja misalnya El Pamas, Grass Rock (Malang), Power Metal (Surabaya), Adi Metal Rock (Solo), Val Halla (Medan) hingga Roxx (Jakarta). Selain itu Log jugalah yang membidani lahirnya label rekaman rock yang pertama di Indonesia, Logiss Records. Produk pertama label ini adalah album ketiga God Bless, “Semut Hitam” yang dirilis tahun 1988 dan ludes hingga 400.000 kaset di seluruh Indonesia.
Menjelang akhir era 80-an, di seluruh dunia waktu itu anak-anak muda sedang mengalami demam musik thrash metal. Sebuah perkembangan style musik metal yang lebih ekstrem lagi dibandingkan heavy metal. Band- band yang menjadi gods-nya antara lain Slayer, Metallica, Exodus, Megadeth, Kreator, Sodom, Anthrax hingga Sepultura. Kebanyakan kota- kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Surabaya, Malang hingga Bali, scene undergroundnya pertama kali lahir dari genre musik ekstrem tersebut. Di Jakarta sendiri komunitas metal pertama kali tampil di depan publik pada awal tahun 1988. Komunitas anak metal (saat itu istilah underground belum populer) ini biasa hang out di Pid Pub, sebuah pub kecil di kawasan pertokoan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Menurut Krisna J. Sadrach, frontman Sucker Head, selain nongkrong, anak-anak yang hang out di sana oleh Tante Esther, owner Pid Pub, diberi kesempatan untuk bisa manggung di sana. Setiap malam minggu biasanya selalu ada live show dari band-band baru di Pid Pub dan kebanyakan band-band tersebut mengusung musik rock atau metal.
Band-band yang sering hang out di scene Pid Pub ini antara lain Roxx (Metallica & Anthrax), Sucker Head (Kreator & Sepultura), Commotion Of Resources (Exodus), Painfull Death, Rotor (Kreator), Razzle (GN’R), Parau (DRI & MOD), Jenazah, Mortus hingga Alien Scream (Obituary). Beberapa band diatas pada perjalanan berikutnya banyak yang membelah diri menjadi band-band baru. Commotion Of Resources adalah cikal bakal band gothic metal Getah, sedangkan Parau adalah embrio band death metal lawas Alien Scream. Selain itu Oddie, vokalis Painfull Death selanjutnya membentuk grup industrial Sic Mynded di Amerika Serikat bersama Rudi Soedjarwo (sutradara Ada Apa Dengan Cinta?). Rotor sendiri dibentuk pada tahun 1992 setelah cabutnya gitaris Sucker Head, Irvan Sembiring yang merasa konsep musik Sucker Head saat itu masih kurang ekstrem baginya.
Semangat yang dibawa para pendahulu ini memang masih berkutat pola tradisi `sekolah lama’, bangga menjadi band cover version! Di antara mereka semua, hanya Roxx yang beruntung bisa rekaman untuk single pertama mereka, “Rock Bergema”. Ini terjadi karena mereka adalah salah satu finalis Festival Rock Se-Indonesia ke-V. Mendapat kontrak rekaman dari label adalah obsesi yang terlalu muluk saat itu. Jangankan rekaman, demo rekaman bisa diputar di radio saja mereka sudah bahagia. Saat itu stasiun radio yang rutin mengudarakan musik- musik rock/metal adalah Radio Bahama, Radio Metro Jaya dan Radio SK. Dari beberapa radio tersebut mungkin yang paling legendaris adalah Radio Mustang. Mereka punya program bernama Rock N’ Rhythm yang mengudara setiap Rabu malam dari pukul 19.00 – 21.00 WIB. Stasiun radio ini bahkan sempat disatroni langsung oleh dedengkot thrash metal Brasil, Sepultura, kala mereka datang ke Jakarta bulan Juni 1992. Selain medium radio, media massa yang kerap mengulas berita- berita rock/metal pada waktu itu hanya Majalah HAI, Tabloid Citra Musik dan Majalah Vista.
Selain hang out di Pid Pub tiap akhir pekan, anak-anak metal ini sehari-harinya nongkrong di pelataran Apotik Retna yang terletak di daerah Cilandak, Jakarta Selatan. Beberapa selebritis muda yang dulu sempat nongkrong bareng (groupies?) anak-anak metal ini antara lain Ayu Azhari, Cornelia Agatha, Sophia Latjuba, Karina Suwandi hingga Krisdayanti. Aktris Ayu Azhari sendiri bahkan sempat dipersunting sebagai istri oleh (alm) Jodhie Gondokusumo yang merupakan vokalis Getah dan juga mantan vokalis Rotor.
Tak seberapa jauh dari Apotik Retna, lokasi lain yang sering dijadikan lokasi rehearsal adalah Studio One Feel yang merupakan studio latihan paling legendaris dan bisa dibilang hampir semua band- band rock/metal lawas ibukota pernah rutin berlatih di sini. Selain Pid Pub, venue alternatif tempat band-band rock underground manggung pada masa itu adalah Black Hole dan restoran Manari Open Air di Museum Satria Mandala (cikal bakal Poster Café). Diluar itu, pentas seni MA dan acara musik kampus sering kali pula di “infiltrasi” oleh band-band metal tersebut. Beberapa pensi yang historikal di antaranya adalah Pamsos (SMA 6 Bulungan), PL Fair (SMA Pangudi Luhur), Kresikars (SMA 82), acara musik kampus Universitas Nasional (Pejaten), Universitas Gunadarma, Universitas Indonesia (Depok), Unika Atmajaya Jakarta, Institut Teknologi Indonesia (Serpong) hingga Universitas Jayabaya (Pulomas).
Berkonsernya dua supergrup metal internasional di Indonesia, Sepultura (1992) dan Metallica (1993) memberi kontribusi cukup besar bagi perkembangan band-band metal sejenis di Indonesia. Tak berapa lama setelah Sepultura sukses “membakar” Jakarta dan Surabaya, band speed metal Roxx merilis album debut self-titled mereka di bawah label Blackboard. Album kaset ini kelak menjadi salah satu album speed metal klasik Indonesia era 90-an. Hal yang sama dialami pula oleh Rotor. Sukses membuka konser fenomenal Metallica selama dua hari berturut-turut di Stadion Lebak Bulus, Rotor lantas merilis album thrash metal major labelnya yang pertama di Indonesia, Behind The 8th Ball (AIRO). Bermodalkan rekomendasi dari manajer tur Metallica dan honor 30 juta rupiah hasil dua kali membuka konser Metallica, para personel Rotor (minus drummer Bakkar Bufthaim) lantas eksodus ke negeri Paman Sam untuk mengadu nasib. Sucker Head sendiri tercatat paling telat dalam merilis album debut dibanding band seangkatan mereka lainnya. Setelah dikontrak major label lokal, Aquarius Musikindo, baru di awal 1995 mereka merilis album `The Head Sucker’. Hingga kini Sucker Head tercatat sudah merilis empat buah album.
Dari sedemikian panjangnya perjalanan rock underground di tanah air, mungkin baru di paruh pertama dekade 90-anlah mulai banyak terbentuk scene-scene underground dalam arti sebenarnya di Indonesia. Di Jakarta sendiri konsolidasi scene metal secara masif berpusat di Blok M sekitar awal 1995. Kala itu sebagian anak-anak metal sering terlihat nongkrong di lantai 6 game center Blok M Plaza dan di sebuah resto waralaba terkenal di sana. Aktifitas mereka selain hang out adalah bertukar informasi tentang band-band lokal daninternasional, barter CD, jual-beli t-shirt metal hingga merencanakan pengorganisiran konser. Sebagian lagi yang lainnya memilih hang out di basement Blok Mall yang kebetulan letaknya berada di bawah tanah.
Pada era ini hype musik metal yang masif digandrungi adalah subgenre yang makin ekstrem yaitu death metal, brutal death metal, grindcore, black metal hingga gothic/doom metal. Beberapa band yang makin mengkilap namanya di era ini adalah Grausig, Trauma, Aaarghhh, Tengkorak, Delirium Tremens, Corporation of Bleeding, Adaptor, Betrayer, Sadistis, Godzilla dan sebagainya. Band grindcore Tengkorak pada tahun 1996 malah tercatat sebagai band yang pertama kali merilis mini album secara independen di Jakarta dengan judul `It’s A Proud To Vomit Him’. Album ini direkam secara profesional di Studio Triple M, Jakarta dengan sound engineer Harry Widodo (sebelumnya pernah menangani album Roxx, Rotor, Koil, Puppen dan PAS).
Tahun 1996 juga sempat mencatat kelahiran fanzine musik underground pertama di Jakarta, Brainwashed zine. Edisi pertama Brainwashed terbit 24 halaman dengan menampilkan cover Grausig dan profil band Trauma, Betrayer serta Delirium Tremens. Di ketik di komputer berbasis system operasi Windows 3.1 dan lay-out cut n’ paste tradisional, Brainwashed kemudian diperbanyak 100 eksemplar dengan mesin foto kopi milik saudara penulis sendiri. Di edisi-edisi berikutnya Brainwashed mengulas pula band-band hardcore, punk bahkan ska. Setelah terbit fotokopian hingga empat edisi, di tahun 1997 Brainwashed sempat dicetak ala majalah profesional dengan cover penuh warna. Hingga tahun 1999 Brainwashed hanya kuat terbit hingga tujuh edisi, sebelum akhirnya di tahun 2000 penulis menggagas format e-zine di internet (www.bisik.com). Media-media serupa yang selanjutnya lebih konsisten terbit di Jakarta antara lain Morbid Noise zine, Gerilya zine, Rottrevore zine, Cosmic zine dan sebagainya.
29 September 1996 menandakan dimulainya sebuah era baru bagi perkembangan rock underground di Jakarta. Tepat pada hari itulah digelar acara musik indie untuk pertama kalinya di Poster Café. Acara bernama “Underground Session” ini digelar tiap dua minggu sekali pada malam hari kerja. Café legendaris yang dimiliki rocker gaek Ahmad Albar ini banyak melahirkan dan membesarkan scene musik indie baru yang memainkan genre musik berbeda dan lebih variatif. Lahirnya scene Brit/indie pop, ledakan musik ska yang fenomenal era 1997 – 2000 sampai tawuran massal bersejarah antara sebagian kecil massa Jakarta dengan Bandung terjadi juga di tempat ini. Getah, Brain The Machine, Stepforward, Dead Pits, Bloody Gore, Straight Answer, Frontside, RU Sucks, Fudge, Jun Fan Gung Foo, Be Quiet, Bandempo, Kindergarten, RGB, Burning Inside, Sixtols, Looserz, HIV, Planet Bumi, Rumahsakit, Fable, Jepit Rambut, Naif, Toilet Sounds, Agus Sasongko & FSOP adalah sebagian kecil band-band yang `kenyang’ manggung di sana.
10 Maret 1999 adalah hari kematian scene Poster Café untuk selama- lamanya. Pada hari itu untuk terakhir kalinya diadakan acara musik di sana (Subnormal Revolution) yang berujung kerusuhan besar antara massa punk dengan warga sekitar hingga berdampak hancurnya beberapa mobil dan unjuk giginya aparat kepolisian dalam membubarkan massa. Bubarnya Poster Café diluar dugaan malah banyak melahirkan venue- venue alternatif bagi masing-masing scene musik indie. Café Kupu- Kupu di Bulungan sering digunakan scene musik ska, Pondok Indah Waterpark, GM 2000 café dan Café Gueni di Cikini untuk scene Brit/indie pop, Parkit De Javu Club di Menteng untuk gigs punk/hardcore dan juga indie pop. Belakangan BB’s Bar yang super- sempit di Menteng sering disewa untuk acara garage rock-new wave-mellow punk juga rock yang kini sedang hot, seperti The Upstairs, Seringai, The Brandals, C’mon Lennon, Killed By Butterfly, Sajama Cut, Devotion dan banyak lagi. Di antara semuanya, mungkin yang paling `netral’ dan digunakan lintas-scene cuma Nirvana Café yangterletak di basement Hotel Maharadja, Jakarta Selatan. Di tempat ini pulalah, 13 Januari 2002 silam, Puppen `menghabisi riwayat’ mereka dalam sebuah konser bersejarah yang berjudul, “Puppen : Last Show Ever”, sebuah rentetan show akhir band Bandung ini sebelum membubarkan diri.

Senin, 23 Februari 2009

Bangkit dan Semangatlah para Rocker

Musik merupakan salah satu jenis hiburan yang dapat menjadikan hidup seseorang lebih bergairah, bersemangat dan berenergi. "Dunia Tanpa Musik Terasa Hampa", begitulah khalayak umum menyikapi dan mengomentari betapa pentingnya hidup dengan mendengarkan dan menikmati musik. Musik disamping bisa menambah spirit juga bisa untuk menghilangkan rasa suntuk, sepi dan bisa mengobati stres dan kepenatan hidup, dengan musik hidup serasa lebih fresh.
Walaupun demikian setiap orang juga mempunyai hobi tersendiri dalam menikmati aliran musik, beberapa banyak yang sangat senang dengan aliran musik Rock, Pop, Hip hop, Rap, Punk, Keroncong hingga dangdut, mereka yang benar-benar nge-fans dengan aliran musik tertentu berusaha agar setiap kali berpenampilan dapat menunjukan karakter dari aliran musik yang mereka kagumi. Tetapi disini penulis hanya akan sedikit membahas tentang aliran musik Rock yang sedikit telah membias.
Musik Rock (cadas) merupakan aliran musik yang banyak dikagumi terutama oleh kalangan anak muda, karena aliran musik ini dapat memeberikan semangat serta energi tersendiri bagi pencintanya. Memang jika dipandang sebelah mata, masyarakat kita banyak yang menilainya sebagai aliran musik urakan, setan, membuat telinga tuli dan tidak bisa dinikmati . Tetapi sepertinya sekarang sudah saatnya mereka berfikir ulang dalam mengomentari musik Rock, karena terdapat beberapa manfaat bagi mereka yang memang benar-benar mencintai musik rock diantaranya pada sebuah riset terbaru yang dilansir dari Sciencedaily, Minggu (08/04) menyebutkan, penggemar musik rock ternyata lebih bisa meredam emosi negatif, dan lebih ekspresif, dan lebih bisa meluapkan kemarahannya. Kajian lebih lanjut tentang selera musik dan perilaku para siswa ini kembali dilakukan oleh Stuart Cadwallader, dari Warwick University, yang meneliti sekitar 1.057 murid dari usia antara 11 dan 18 tahun, dan meneliti hubungan mereka dengan keluarga, perilaku di sekolah, bagaimana mereka menghabiskan waktu santai, musik kesukaan, dan jenis media yang mereka konsumsi.
"Selama ini selalu ada persepsi yang menyatakan murid yang cerdas dan memiliki intelijensi tinggi cenderung didominasi mereka yang suka musik klasik dan menghabiskan banyak waktu untuk membaca. Sementara mereka yang menyukai musik Rock jarang memiliki potensi akademis yang cukup baik. Namun, hasil survei yang telah dilakukan, berbalik dengan persepsi tersebut," papar Cadwallader.
"Dalam survei, kami meneliti sebuah kelompok dengan rata-rata self-esteem (harga diri) yang lebih rendah cenderung memiliki sikap tak teratur. Dan untuk melepaskan ketegangan dan rasa rendah diri yang menganggu, musik beraliran Rock, menjadi pilihan mereka," tambah Cadwallader yang meneliti siswa dari National Academy. Studi ini juga mengungkapkan, mereka yang menikmati musik Rock cenderung mengalami kesulitan untuk menjalin hubungan dengan keluarga dan teman-teman mereka. Dan mereka menjadikan musik sebagai media 'keterbukaan' mereka. Sebagian besar murid mengatakan mereka tidak mempertimbangkan untuk menjadi penganut yang sejati tapi musik Rock memahami aspek spesifik kebudayaan pemuda saat ini. Dengan menggunakan musik yang keras dan agresif, mereka bisa keluar dan lepas dari rasa frustrasi dan kemarahan.
Walaupun siswa yang mengaku sebagai penggemar fanatik (Rocker) mengatakan musik Rock selalu menemami mereka dalam setiap kegiatan, namun mereka lebih sering mendengarkan musik tersebut saat mood (suasana hati) mereka buruk. "Mungkin tekanan yang selama ini dihadapi anak-anak berbakat namun rendah diri untuk sementara bisa terlupakan dengan bantuan musik. Dan tidak ada salahnya untuk mendengarkan musik Rock untuk membantu membebaskan mereka dari emosi negatif," kata Cadwallader yang menyebut banyak musisi aliran Rock juga memiliki tingkat intelijensi tinggi seperti vokalis Iron Maiden, Bruce Dickinson, yang selain sebagai musisi, juga berprofesi sebagai novelis dan pilot penerbangan komersial.
Jika kita sekilas membahas tentang beberapa Grup Band yang beraliran Rock yang merajai dunia musik Internasional sudah barang tentu Group Band seperti GnR, Metallica, Skidrow, Helloween, Bonjovi dan sebagainya serta Gong 2000, Power Metal, Boomerang, Power Slave, Kaisar (Yang pernah merjai belantika musik Indonesia) dan lain-lain sudah barang tentu tidak asing di telinga kita. Dengan lantunan musik dan syair-syairnya yang bagus itu hingga menyentuh hati para pencintanya memang tidak bisa dipandang sebelah mata. Beberapa lagu-lagunya bahkan sering mendapat nominasi terbaik dalam suatu acara tertentu dan sering dijadikan soundtrack dalam film tertentu serta sangat melegenda pula.
Tetapi jika kita sebagai pecinta musik Rock, agaknya sekarang ini kita sudah mulai agak bosan dengan lagu-lagu yang telah diciptakan para musisi lama pada tempo dulu, memang sudah saatnya para pemusik yang beraliran Rock itu untuk berkreasi agar bisa menciptakan sebuah lagu baru yang tidak asal-asalan yang bisa melegenda dan agar bisa meneruskan perjuangan dari para pendahulunya sebab kita atau saya yang salah satu pecinta musik Rock sudah sangat mendambakan lagu-lagu dari musisi Rock yang baru untuk Refreshing. Sekali lagi Bangkit dan Semangatlah para Rocker....