Kamis, 25 Agustus 2011

Rekomendasi Tradisi yang Fitri

Tak terasa 1 Syawal hampir di penghujung bulan, tinggal hitungan hari lagi Ramadhan bakal ditinggalkan. Beragam persiapan yang dilakukan untuk menyambut hari yang fitri tengah dipersiapkan oleh sebagian orang. Ada yang sibuk mempersiapkan untuk mudik, ada juga yang telah mempersiapkan untuk membuat ketupat atau hidangan saat lebaran. Momentum kemeriahan saat lebaran merupakan pemanis tambahan untuk meramaikan detik-detik dimana sebagian muslim diantara kita benar-benar mendapat predikat the winner. Memang pada dasarnya acara mudik, kumpul-kumpul ataupun pesta-pesta, telah menjadi satu paket seremonial yang seolah telah melekat dan mendarah daging pada masyarakat dan tak heran pula kalau akhirnya acara-acara tersebut telah menjadi tradisi. Dan acara-acara tersebut sah-sah saja dilakukan saat lebaran tiba, selama itu tidak berlebihan dan melampaui batas.

Salah satu tradisi "recomended" yang telah ada sejak sebelum aku lahir di kampung halamanku adalah tradisi saling memberi parcel antar keluarga dan antar tetangga "irim-iriman". Tradisi ini memang telah melekat dan terus berjalan hingga sekarang, seorang adik memberi parcel kepada sang kakak, seorang anak memberi parcel kepada orang tuanya, seorang keponakan memberi parcel kepada om/tantenya, dan antar tetangga saling memberi parcel. Adapun isi parcel tersebut sangat variatif tergantung dari kemampuan masing-masing personal, namun yang seolah telah menjadi syarat utama dari isi parcel tersebut adalah terdapat gula dan teh.


Kenapa harus ada gula dan teh? itu mungkin yang terlintas dipikiran sobat blogger,,, sampai saat ini hasil pengamatanku memberikan konklusi bahwa gula dan teh adalah simbol pasangan ideal yang dijadikan orang-orang kampung terdahulu untuk dihidangkan dan dinikmati bersama guna manambah kehangatan dan kedekatan antar keluarga, teman maupun tetangga. Dan salah satu yang unik dari prosesi acara irim-iriman tersebut adalah jika parcel tersebut diberikan oleh anak kecil, maka yang menerima parcel tersebut di haruskan untuk memberi uang tip atau angpao kepada anak kecil tersebut. Sudah sewajarnya jika tradisi irim-iriman yang ada dikampungku ini merupakan acara yang sangat dinanti-nanti oleh sebagian anak kecil (pengalaman pribadi, he...).

Memang setiap keluarga, daerah dan wilayah memiliki tradisi yang beragam, oke saja jika itu tatap dijalankan dan bahkan dilestarikan, selama itu tidak melanggar syariat ajaran agama dan selama itu semua dilakukan atas dasar ukhuwah islamiyah. Tradisi irim-iriman yang ada dikampungku adalah tradisi baik yang saya rekomendasikan ke semua sobat blogger,,, lalu apalagi tradisi baik yang sobat rekomendasikan untuk kita???

2 komentar:

  1. silahturahmi, mohon maaf lahir batin sob. blh dong kirim parcel ke t4 ane, wkwkkw

    BalasHapus