Rabu, 03 Juni 2009

Metallica Sebagai Icon Musik Rock

Bicara mengenai musik rock, sudah semestinya kita akan mengenal salah satu supergrup yang pernah menjadi Ikon musik rock dunia, Metallica namanya. Grup band yang dirintis oleh Lars ulrich (drummer) telah menciptakan nuansa lain dan telah membuat catatan sejarah dalam musik rock dunia. Aliran trash metal menjadi pilihannya pada saat pertama kali membentuk Metallica. Grup band yang berhasil memasarkan penjualan mencapai 57 juta kopi hanya di amerika, dan lebih dari 35 juta kopi diluar amerika itu pertama kali digawangi oleh Lars Ulrich (drum), James Hetfield (vokal dan gitar), Lloyd Grant (gitar) dan Ron Mc Govney (bass). Formasi inilah yang kemudian melahirkan lagu pertama berjudul Hit The Light, yang kemudian masuk dalam album kompilasi rock Metal Massacre tahun 1981.

Setelah Metal Massacre beredar, Grant dan Ron mengundurkan diri. Posisi Grant digantikan oleh Dave Mustaine dan posisi Ron digantikan Cliff Burton. Formasi ini kemudian pada Juli 1982 mengeluarkan demo-album No Life Till Leather. Demo inilah yang kemudian mengantarkan Metallica mendapatkan agen dan kemudian hijrah ke New York. Pada 1983, grup band yang konon berasalkan dari dua kata yaitu Metal dan Vodka itu berencana akan melakukan tur pendek kebeberapa kota. Tetapi sayangnya pada saat itu Hetfield dan Mustaine malah terlibat perseteruan, hingga akhirnya Mustaine keluar dan kemudian mendirikan Megadeth. Posisi Mustaine digantikan oleh Kirk Hammett , gitaris dari grup Exodus. Formasi ketiga inilah yang kemudian mengeluarkan album Kill ‘Em All pada bulan Mei 1983. Dan pada tahun 1984, Metallica semakin besar dengan menerbitkan album Ride the Lightning. Album ini bertahan 50 minggu dalam Billboard Top 200. Demi memperlancar promosi mereka juga mengeluarkan mini album Jump In The Fire. September 1985, Metallica memproduksi album Master Of Puppets. Kembali Metallica masuk Billboard Top 40 selama 72 minggu. Album ini merupakan album yang meraih platinum tanpa single dan video.

Tanggal 27 September 1986, dalam perjalanan tur ke Skandinavia - bus yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan dan Cliff Burton (bass) meninggal dunia. Peristiwa ini begitu memukul seluruh anggota band. Bahkan Dave Mustaine yang telah mendirikan Megadeth, mengenang kematian Cliff dalam lagu In My Darkest Hour (album Megadeth: So far.. So Good.. So What!). Akhirnya pada Oktober 1986, posisi Cliff Burton digantikan oleh Jason Newsted, basis dari grup Floatsam And Jetsam.

Tidak disangka memang, pada saat mereka sedang merencanakan untuk membuat album baru, Jason newsted (bassis) tiba-tiba memutuskan untuk keluar dari band karena faktor kesehatan. Dani beberapa waktu kemudian dalam sebuah wawancara Newsted menyatakan bahwa ia ingin merilis album bersama dengan band side projectnya Echobrain, tetapi karena James hetfield menentang keras rencana tersebut maka Jason newsted memutuskan untuk keluar dari Metallica. Namun pada video dokumenter dari Metallica yang dirilis pada tahun 2004 “Some kind of monster”, terungkap alasan lain Newsted keluar dari Metallica yaitu bahwa keputusan band untuk menyewa seorang ahli therapy untuk mengatasi konflik di dalam band adalah sebuah keputusan yang lemah dan sangat tidak “metal”. Tahun 2001 juga merupakan tahun yang buruk bagi Metallica. Setelah kasus hengkangnya Jason newsted dari band, kejadian lain yang membuat Metallica lebih terpuruk adalah masuknya James hetfield ke panti rehabilitasi karena kecanduannya terhadap alkohol. Bahkan sempat keluar statement dari Lars Ulrich dan Kirk hammett yang menyatakan bahwa sejarah Metallica akan berakhir sampai di sini. Tetapi karena kerja keras dan dedikasinya, James hetfield akhirnya keluar dari rehabilitasi dan bersama dengan personel lain yang tersisa dan mulai menggarap materi baru dengan bantuan produser mereka Bob rock yang mengisi posisi bass. Pada tahun 2003 karena ingin mencari seorang pemain bass tetap, maka Metallica kembali mengadakan audisi untuk mencari personel baru. Setelah beberpa kali mengadakan audisi akhirnya Robert Trujillo yang sebelumnya adalah bassis dari Suicidal tendencies dan Ozzy Osborne terpilih untuk mengisi posisi tersebut. Sementara itu setelah hengkang dari Metallica, pada tahun 2002 Jason newsted bergabung dengan band thrash asal Canada Voivod (legend boss!) dan sempat juga menggantikan Robert Trujillo di bandnya Ozzy Osborne saat konser di Ozfest. Pada Juni 2003 Metallica merilis album ke 8 mereka yang berjudul “St anger”.

Tetapi kritik pedaspun datang dari para fans yang menganggap album ini kurang bagus karena sound yang mentah dan kasar, vocal James hetfield yang kurang gahar dan tidak ada satupun solo gitar dari Kirk hammet. Meskipun begitu album ini menduduki peringkat pertama saat debut perilisannya dan pada tahun 2004 mendapatkan nominasi dari Grammy sebagai “Best metal performances”. Di situs resmi Metallica beberapa waktu kemaren (februari 2006) Metallica mengumumkan bahwa setelah kurang lebih 15 tahun bekerja sama, mereka memutuskan untuk tidak bekerja sama lagi dengan produser Bob rock untuk pembuatan album terbaru mereka. Saat ini Metallica sedang mengerjakan album terbaru mereka bersama produser Rick rubin yang pernah bekerja sama dengan beberapa band macam Slayer, The Beasty boys, Danzig, dan The cult.

Dilihat dari sejarahnya Metallica memang merupakan salah satu supergrup yang sering ganti personil. Grup band yang pernah booming pada saat mengeluarkan Black album (1991) dengan salah satu lagunya “Nothing Else Matter” dan “Unforgiven” itu telah mewakili warna musik Metallica yang tidak hanya mengandalkan musik Thrash-nya yang cepat dan agresif saja, tetapi penuh dengan petikan gitar, rhythm, dan guitar solo Kirk Hammet yang harmonis. Disetiap lagunya Metallica memang memiliki ciri khas, durasinya cukup panjang, transisi dari lembut ke keras, lambat ke cepat, dan begitu juga sebaliknya, penyisipan permainan gitar klasik, entah di tengah-tengah lagu (“Master of Puppets”), atau di awal (“Battery”), bahkan permainan gitar klasiknya itu, yang tidak banyak dieksplorasi grup-grup musik rock lainnya.

Walaupun demikian pada Black album tersebut Metallica banyak menyisakan kontroversi, banyak fansnya yang menganggap bahwa Metallica mengubah keseluruhan genre musiknya itu. Metallica yang dulu terkenal dengan lagu-lagu berdurasi panjang, memiliki kreativitas artistik, tidak mempedulikan popularitas, lirik-lirik lagu yang tidak pasaran/berbeda (lebih menonjolkan ke arah kritik tentang dunia), jenius chorus dan solo melodi(gitar) berdurasi lama, pada Black album tersebut tiba-tiba Metallica menjadi terlalu mudah dicerna oleh masyarakat publik (padahal biasanya komunitas metal itu tidak terlalu menonjol/dikenal sembarang publik), genre berubah menjadi "semi-pop", durasi singkat, dan gampang diingat, liriknya kurang memiliki kritik politik. Bahkan untuk kebanyakan fans metallica, black album menandai pergantian besar konsep awal metallica dari first-eksperimental-trash-metal menjadi musik dengan versi baru yang gampang dimakan dan kekurangan inspirasi dibanding album-album sebelumnya.
Tetapi walau saya lebih condong untuk menyukai/ngefans dengan Guns n Rosses yang telah musnah itu, Metallica menurut saya adalah supergrup rock yang luar biasa, mendengar lagu-lagunya seperti The One, Fuel, Master Of Puppet, Fade to Black, Sanitarium membuat saya lebih bersemangat dalam menjalani hidup, membuat adrenalin naik dan peredaran darah sedikit lebih cepat sepertinya. Jaya terus musik rock dunia..............

1 komentar:

  1. NIA mau ngecret sama Metallica
    081311662247

    BalasHapus