Selasa, 11 Agustus 2009

Bergerak Dalam Berentrepreneur From Zero to Hero

Sesuai dengan salah satu cita-cita saya untuk berentrepreneurship, sehingga puji syukur Alhamdulillah naluri dan semangat untuk selalu berentrepreneur pun terdapat dan mudah-mudahan selalu terpendam dan tersimpan dalam jiwa dan mindset saya. Kira-kira seminggu yang lalu saya ikut bergabung untuk mencoba mendengarkan pembicaraan ibu dan kenalan ibu saya yang saat itu sedang membicarakan masalah kerja sama pemeliharaan kambing, yang menurut saya cukup menggiurkan dan menguntungkan.
Kerja sama yang telah digeluti oleh ibu saya tersebut telah berjalan kurang lebih 15 tahun, berawal dari dua ekor kambing betina yang dititipkan ke seorang pemelihara kambing, sekarang jumlahnya kira-kira berkisar antara 50-60 ekor. Jumlah tersebut belum termasuk dari hasil penjualan dan yang digunakan untuk qurban saat Idul Adha.Adapun sistem kerjasama yang dilakukan adalah dengan sistem bagi hasil, jika ada seekor kambing yang telah melahirkan dua ekor kambing, maka dua ekor tersebut adalah satu ekor milik pemelihara dan satu ekornya lagi kepunyaan dari pemiik. Namun jika seekor kambing tersebut hanya beranak satu maka dibagi dua antara pemilik dan pemelihara.
Mendengar, memperhatikan serta mempelajari sistem yang ada, sayapun tertarik untuk mencobanya, tak ragu lagi lima hari kemudian sayapun langsung menarik kocek dalam tabungan saya untuk mencoba dan memulai kerja sama tersebut dengan modal dua ekor kambing. Semoga dengan modal dua ekor kambing betina tersebut dapat membawa keuntungan dan keberkahan bagi saya, amiin.
Alasan saya terus terang sangatlah simpel, di samping memang untuk berentrepreneur, pengembangan usaha dan investasi, secara pribadi saya sangat mendambakan dan memimpikan untuk bisa berqurban pada saat Idul Adha dengan nama saya sendiri tanpa membeli hewan qurban.
Semoga saja dengan kerja sama baru ini dambaan dan impian saya dapat dikabulkan oleh Allah SWT tanpa mengalami masalah apapun, amiin.....
Go to be entrepreneur......

8 komentar:

  1. pingin sih ternak kambing, tapi kok ya tempatnya dimana yak... mungkin harus cari orang di desa untuk diajak kerja sama

    BalasHapus
  2. Terima kasih atas komentarnya, namun sebenarnya peluang usaha antara di kota dan didesa benyak perbedaan, contohnya peluang usaha laundry tentunya lebih memiliki peluang besar dikota dari pada di desa, jadi pada intinya wilayah/daerah yang akan dijajaki untuk memulai suatu usaha sangatlah berpengaruh.

    BalasHapus
  3. Wauw Sukses selalu mas,semoga sukses selamanya... heehehehehe..

    BalasHapus
  4. Amiin........ trims ya pak atas komentar n do'anya.

    BalasHapus
  5. Saya tertarik dengan ide bisnis ini... semoga saya juga bisa mengikuti jejak anda sobat. Thanks atas sharingnya.

    BalasHapus
  6. seandainya lebih banyak lulusan universitas yang mau jadi enterpreneur...ga terfokus untuk dipekerjakan. Harus mempekerjakan...!!

    BalasHapus
  7. @mas rahmat: Terima kasih, saya sih berharap agar temen2ku berenterpreneur, karena peluangnya bagus lho..... trus kan bisa saling sharing.....
    @Resistence: itulah kondisi dari para lulusan universitas yang hanya terfokus untuk jadi karyawan/pegawai.

    BalasHapus
  8. kelihatanya pekerjaan ini bisa di tiru .karena selain menjadi guru,anda juga memiliki peternakan kambing .taip kalau seandainya kita terlalu fokous menjadi guru dan lupa dengan apa yg kita ternak,lalu langkah apa yg harus kita lakukan ?

    BalasHapus